Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan adanya dugaan kasus ekspor ilegal bijih nikel RI ke China sejak 2021 sebanyak 5 juta ton.
Direktur Komunikasi & Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto menyebutkan dugaan penyelundupan bijih nikel ini terjadi sejak larangan ekspor nickel ore 2021 sehingga mendorong penguatan pengawasan & kolaborasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Tercatat DJBC pernah menegah pengiriman 761 ribu ton bijik nikel di September 2021.
Seperti apa catatan Bea Cukai terkait Dugaan penyelundupan bijih nikel? Selengkapnya simak dialog Maria Katarina dengan Direktur Komunikasi & Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai DJBC, Kemenkeu, Nirwala Dwi Heryanto dan Sekjen Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 26/06/2023)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT