Direktur Statistik DIstribusi BPS, Efliza mencatat adanya penurunan ekspor garmen Indonesia ke AS, Beijing dan Taiwan menjadi cerminan dampak perlambatan ekonomi negara tujuan ekspor tekstil utama Indonesia. Sementara terkait kinerja ekspor komoditas, BPS mencatat masih cukup stabil namun harus ada kewaspadaan terkait harga dan permintaan.
Sementara Ekonom Senior, Anny Ratnawati juga mengingatkan meski Indonesia mencatatkan surplus neraca dagang, namun perlu diperhatikan secara mendalam struktur ekspor-impor di tengah ancaman perlambatan ekonomi global.
Lalu bagaimana Ekonom melihat catatan efek perlambatan ekonomi global terhadap kinerja ekspor-impor RI? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Statistik Distribusi BPS, Efliza dan Ekonom Senior, Anny Ratnawati dalam Program Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 15/11/2022)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT