Ada Kerjasama ASEAN, Pengusaha Pertanyakan Tarif Impor Mobil Filipina
У вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Berita lainnya:
Terapi Plasma Darah Tak 100% Ampuh Sembuhkan Pasien Covid
https://bit.ly/2KgpElq
Filipina menerapkan bea masuk impor produk mobil terbaru dengan memberikan bea tambahan sebesar 70.000 peso atau setara Rp 20 jutaan per unit untuk kendaraan penumpang dan 110.000 peso atau setara Rp 31 jutaan untuk kendaraan niaga.
Menanggapi safeguard impor mobil di Filipina ini, Presiden Komisaris PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS), Soebronto Laras berpandangan bahwa kebijakan ini membingungkan mengingat adanya kerjasama perdagangan di ASEAN melalui Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia yang dimotori oleh sektor otomotif. Lalu seperti apa pengusaha menanggapi kebijakan baru Filipina ini? Selengkapnya saksikan dialog Maria Katarina dengan Presiden Komisaris Indomobil Sukses Internasional, Soebronto Laras dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Rabu, 13/01/2021)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT