Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui tidak mudah untuk mencapai target produksi minyak mentah sebesar 660.000 barel per hari (bph) pada 2023 seriing dengan terus turunnya produksi minyak mentah nasional.
Praktisi Migas, Hadi Ismoyo menyebutkan ada 3 hal yang penting diperhatikan untuk mendorong produksi minyak: yakni Eksplorasi, Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Eksisting lapangan migas. Saat ini terkait lapangan migas eksisting yang dimiliki RI sudah masuk kategori lapangan migas tua dengan produksi yang terus turun sehingga untuk menggenjot produksi bisa memaksimalklan faktor eksplorasi dan EOR.
Senada dengan Hadi Ismoyo, Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto menyebutkan sumur minyak yang dimiliki RI saat ini sudah tua, sehingga kurangnya eksplorasi membuat produksi migas turun dan target produksi 660 ribu Bph di 2023 sulit dipenuhi.
Seperti apa persoalan yang menghambat produksi migas RI? Selengkapnya simak dialog Shinta Zahara dengan Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto dan Praktisi Migas, Hadi Ismoyo dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 07/11/2023)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT