Tuesday, 18 August, 2026г.
russian english deutsch french spanish portuguese czech greek georgian chinese japanese korean indonesian turkish thai uzbek

пример: покупка автомобиля в Запорожье

 

Alasan AKP Rifaizal si Penyidik Takut Bentak Bharada E Meski Sudah Ngaku Tembak Brigadir J

Alasan AKP Rifaizal si Penyidik Takut Bentak Bharada E Meski Sudah Ngaku Tembak Brigadir JУ вашего броузера проблема в совместимости с HTML5

#tribuntimur #tribunviral #rusiavsukraina

(TRIBUN-TIMUR.COM) - Nama penyidik Polres Metro Jakarta Selatan AKP Rifaizal Samual turut disebut dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Dalam proses penyelidikan, AKP Rifaizal Samual mengaku tak berani membentak Bharada E saat melakukan pemeriksaan TKP di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022.

Hal itu diutarakan Rifaizal dalam sidang lanjutan perkara dugaan perintangan penyidikan atau obstraction of justice untuk terdakwa mantan Karopaminal Div Propam Polri Hendra Kurniawan, Kamis (3/11/2022).

Terkait skenario bohong yang diungkap Bharada E, Rifaizal mengaku percaya-percaya saja.

Menurutnya dia percaya dengan pernyataan Ferdy Sambo kala itu mengingat Sambo adalah seorang jenderal Bintang dua sekaligus pimpinan Propam Polri.

Bahkan dirinya langsung melakukan apa yang menjadi perintah Ferdy Sambo saat itu yakni menyusun skenario adanya tembak menembak.

Sebab saat itu, dirinya meyakini kalau kejadian itu benar adanya, karena terjadi di rumah seorang Pati Polri berpangkat Inspektur Jenderal Polisi.

Menurut dia, kala itu itu perintah yang diminta oleh Ferdy Sambo adalah perintah yang benar.

Terlebih, beberapa saksi termasuk anggota Propam Polri menyebutkan, tewasnya Brigadir J karena adanya peristiwa tembak menembak.

Makanya kata dia, tidak ada alasan untuk membantah dengan menyebutkan hal lain atas peristiwa tersebut.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama mantan Kanit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan itu juga sempat menanyai Bharada E soal pemicu baku tembak dengan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Namun kala itu ia tak berani banyak bertanya atau menginterogasi Bharada E seusai baku tembak.

Ia merasa ada kejanggalan karena interogasi dilakukan pada 8 Juli malam tersebut atas perintah Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susanto.

Saat melakukan interogasi di Biro Provos Divpropam Polri, Rifaizal mengaku bertemu dengan Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan.

Bharada E yang statusnya sebagai saksi diperiksa oleh Ferdy Sambo, Hendra, Benny Ali, dan Kompol Chuck.

Rifaizal juga mengajukan sejumlah pertanyaan singkat kepada Bharada E termasuk memintanya untuk menceritakan kejadian baku tembak dengan Brigadir J.

Bharada E kala itu mengaku menembak Brigadir J.

Di sana, Rifaizal bertanya kepada Richard mengenai pemicu terjadinya aksi ‘tembak-menembak’ seperti yang diskenariokan Ferdy Sambo.

Namun saat Bharada E diinterogasi, Ferdy Sambo kemudian meminta ajudannya itu agar tidak mengumbar peristiwa di Magelang.

Rifaizal menuturkan, menurut Ferdy Sambo, peristiwa tersebut merupakan aib keluarganya.

Makanya, Rifaizal tak berani banyak bertanya karena hal itu merupakan sesuatu yang sensitif.

Saat mencecar pertanyaan kepada Bharada E, AKP Rifaizal Samual mengaku sempat dimarahi Ferdy Sambo.

Dia pun langsung dipanggil Ferdy Sambo untuk tidak terlalu keras bertanya kepada Bharada E. (*)

Editor Video : Ahmad Faiz Faqih
Narator : Arny
Update info terkini via http://tribun-timur.com/

Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111

Мой аккаунт