Thursday, 20 August, 2026г.
russian english deutsch french spanish portuguese czech greek georgian chinese japanese korean indonesian turkish thai uzbek

пример: покупка автомобиля в Запорожье

 

Batasan Omzet PKP Dinilai Terlalu Tinggi, Wajar Jika Diturunkan

Batasan Omzet PKP Dinilai Terlalu Tinggi, Wajar Jika DiturunkanУ вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Berita lainnya: Luhut Blak-Blakan Jepang Murka Saat RI Bikin Mobil Listrik Link: https://bit.ly/3c32vxY Pemerintah berencana untuk mengatur ulang batasan omzet pengusaha kena pajak (PKP) yang saat ini ada di Rp 4,8 miliar. Diharapkan perluasan basis pajak ini dapat mendorong penerimaan PPn dan meningkatkan kepatuhan pajak Menurut Pengamat Perpajakan CITA, Fajry Akbar aturan ini cukup realistis karena jika dibandingkan denggan negara di kawasan omzet PKP Indonesia sangat tinggi, jika dibandingkan dengan Laos 6 kali lebih tinggi dan 8 kali dibandingkan Thailand. Lalu seberapa besar omzet PKP yang tepat bagi industri RI? Selengkapnya simak dialog Aline Wiratmaja dengan Pengamat Perpajakan CITA, Fajry Akbar dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Jum’at, 19/03/2021). Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/. CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS. Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/ Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/ https://www.instagram.com/cuap_cuan/ Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT
Мой аккаунт