Perbankan mengapresiasi kebijakan moneter Bank Indonesia yang masih menahan suku bunga acuan di 3,5% di tengah tekanan sentimen global guna memastikan keberlangsungan pemulihan termasuk sektor bank. Head of Treasury PT Bank BTPN Tbk, Wiwig Santoso menilai kenaikan suku bunga acuan bank akan sangat tergantung dengan perkembangan pasar
Senada dengan BTPN, Fixed Income Strategist & Macroeconomist PT BCA Sekuritas, Arga Samudro menyebutkan instrumen moneter BI yang cukup komplit mampu menyeimbangkan stabilitas makro sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, sehingga pengetatan likuiditas tidak hanya dilakukan dengan kenaikan suku bunga.
Diproyeksi hingga akhir tahun BI punya ruang mempertahankan suku bunga di 3,5% meski cukup sempit. Lalu Seperti apa perbankan melihat efektivitas kebijakan moneter BI dan bagaiman dampak tapering BI bagi bisnis bank?
Selengkapnya simak dialog Muhammad Gibran dengan Head of Treasury PT Bank BTPN Tbk (BTPN), Wiwig Santoso dan Fixed Income Strategist & Macroeconomist PT BCA Sekuritas, Arga Samudro dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Selasa, 26/07/2022). Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT