Berita Lainnya: Pengakuan Luhut: Maaf, Secara Teknologi Kita Dijajah Jepang
Link: http://bit.ly/3bXW9Qa
BI berpandangan pemulihan ekonomi global terutama di US, China dan negara maju Eropa akan mendorong aliran inflow ke negara emerging market.
Menurut Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Haryadi Ramelan, posisi spread obligasi AS dan SBN masih di 5% dengan Indonesia CDS di 77bps dengan potensi perumbuhan ekonomi di 4,3% akan menjadi penopang bagi stabilisasi Rupiah. Kedepan ruang penguatan mata uang Garuda masih baik didorong tingginya likuiditas USD di pasar global.
Seperti apa BI melihat daya tahan Rupiah? Selengkapnya simak dialog Erwin Surya Brata dengan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Haryadi Ramelan dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum’at, 19/03/2021)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT