Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro melihat potensi lonjakan inflasi pangan di bulan Ramadan dikisaran 0,4%-0,6% (mtm) atau bahkan bisa lebih tinggi imbas kenaikan permintaan dan gangguan rantai pasok global.
Mengantisipasi ini, pemerintah perlu memastikan penambahan supply pangan serta menjaga daya beli masyarakat melalui bansos. Namun perlu diperhatikan warga kelas menengah terkait mendorong pendapatan melalui penciptaan lapangan kerja.
Sementara Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan & Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman menghadapkan dukungan pemerintah terkait kelancaran logistik pangan untuk menekan biaya dan menjaga daya beli.
Seperti apa upaya yang dibutuhkan untuk menekan dampak kenaikan inflasi Ramadan? Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dengan Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro dengan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan & Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Rabu, 13/03/2024)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social:
Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT