Bukan Royalti, Faisal Basri Sebut Pajak Ekspor Batu Bara Lebih Bermanfaat
У вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Berita lainnya:
Juragan Sawit Makin Tajir, CPO Naik Lagi tapi Ada Mafia Migor
https://bit.ly/3OqDOMQ
Pemerintah menetapkan aturan baru terhadap tarif royalti/PNBP batu bara khususnya untuk pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dengan menggunakan skema tarif berjenjang sesuai harga Batu Bara Acuan (HBA).
Ekonom Senior, Faisal Basri menilai kebijakan tarif royalti berjenjang kurang tepat dimana pungutan atas pemanfaatan SDA yang pas saat ini adalah pajak ekspor progresif sehingga negar bisa dapat PNBP lebih besar.
Seperti apa ekonom melihat kebijakan terkait royalti batu bara? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Ekonom Senior, Faisal Basri dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Rabu, 20/04/2022)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT