Butuh Investasi USD 30 M, Pengembangan EBT Terganjal Regulasi
У вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Berita lainnya
Akhirnya... Jokowi Bubarkan 10 Lembaga Negara
https://bit.ly/2JdkCFQ
Executive Director Of Institute For Essensial Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa menilai bahwa ketidakpastian regulasi menjadi tantangan mendorong investasi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. Jika Pemerintah mampu berhasil melakukan transformasi aturan maka investasi sektor EBT tidak memerlukan terlalu banyak insentif.
Fabby juga menyebutkan bahwa dibutuhkan investasi hingga USD 30 miliar dengan infrastruktur penopang untuk mengejar target 23% EBT di tahun 2025.
Selengkapnya simak dialog Muhammad Gibran dengan Executive Director Of Institute For Essensial Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 30/11/2020)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT