Berita lainnya:
Pemerintah Siapkan Rp 1 T untuk Stok Minyak Nasional, Cukup?
https://bit.ly/3bvaD9J
Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah sempat mengalami tekanan pasca libur lebaran akibat dirilisnya data inflasi Amerika Serikat. Meski demikian, pergerakan rupiah diprediksi akan kembali stabil dalam beberapa waktu kedepan karena mengikuti US treasury yield yang mulai naik signifikan.
Meski masih adanya sejumlah volatilitas namun pergerakan rupiah disebut masih terkendali bila dibandingkan pada periode awal April lalu. Transakasi di pasar saham juga terus menurun bila dibandingkan pekan sebelumnya akibat sepinya transaksi pasca libur Lebaran.
Lantas seperti apa sebenarnya peluang rebound bursa saham kedepannya? Simak informasi selengkapnya dalam dialog Anneke Wijaya Bersama Chief economist & investment strategist Manulife Aset MI, Katarina Setiawan di program Power Lunch, CNBC Indonesia (Selasa, 18/05/2021)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social:
Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT