Ekonom Senior, Halim Alamsyah mengungkapkan berdasarkan data LPS, tabungan masyarakat di bawah Rp 100 juta mengalami pertumbuhan negatif selama awal tahun saat inflasi masih tinggi.
Sementara di Agustus 2023, pertumbuhan DPK sudah membaik mencapai 3-4% ditopang program sosial pemerintah. Sehingga saat ini penting untuk pemerintah menjaga momentum pemulihan daya beli melalui program perlinsos hingga aktivitas Pemilu.
Sementara terkait pelemahan Rupiah, Halim melihat dampaknya tidak akan besar ke daya beli dan inflasi. Dimana adanya perubahan dinamika inflasi membuat gejolak nilai tukar dalam jangka pendek diharapkan lebih berpengaruh ke pasar uang bukan konsumsi.
Seperti apa ekonom melihat kondisi daya beli? bagaimana efek volatilitas Rupiah ke tingkat konsumsi dan inflasi? Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dengan Ekonom Senior, Halim Alamsyah dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Jum’at, 03/11/2023)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT