Ekonom: Rupiah Melemah, Saatnya BI Naikkan Suku Bunga 50 Bps
У вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Inflasi Amerika Serikat kembali mencetak rekor dan menembus 9,1% di bulan Juni 2022. Dikhawatirkan lonjakan inflasi ini akan mendorong The Fed semakin agresif mengerek naik suku bunga acuan.
Ekonom PT Sucor Sekuritas, Ahmad Mikail melihat potensi The Fed menaikkan FFR sebesar 100 bps masih sangat tergantung dengan data inflasi utamanya terkait potensi kenaikan lanjutan inflasi. Diproyeksi kondisi ini akan mendorong Bank Indonesia untuk turut menaikkan suku bunga acuan hingga 50 Bps mengingat inflasi dalam negeri sudah naik dan Rupiah sudah terdepresiasi.
Seperti apa ekonom melihat dampak kenaikan inflasi AS terhadap kebijakan suku bunga BI? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Ekonom PT Sucor Sekuritas, Ahmad Mikail dalam Profit , CNBC Indonesia (Kamis, 14/07/2022). Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT