Emas Diburu Saat Inflasi Kian Kencang, Bisa Tembus USD 2.000/Oz?
У вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Lonjakan inflasi masih menjadi sentimen yang terus diantisipasi investor di tengah ketidakpastian global. Saat ini pelaku pasar cenderung wait and see sekaligus mengamankan aset ke instrumen safe haven, salah satunya emas.
Business Development Manager ICDX, Dedi Prasetyo menilai kian besarnya risiko resesi membuat aset emas kembali diburu investor meski harga emas masih bergerak dikisaran USD 1.700 - USD 1.900 per troy ounce. Diproyeksi kondisi geopolitik global yang memanas memungkinkan harga emas bisa terdongkrak ke USD 2.000/troy ounce
Seperti apa arah pergerakan harga emas di tengah kenaikan inflasi global? Selengkapnya Simak dialog Maria Katarina dengan Business Development Manager ICDX, Dedi Prasetyo dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Rabu, 22/06/2022). Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT