Friday, 21 August, 2026г.
russian english deutsch french spanish portuguese czech greek georgian chinese japanese korean indonesian turkish thai uzbek

пример: покупка автомобиля в Запорожье

 

INDEF: Kenaikan PPN di 2022 Jadi Disinsentif Pemulihan Ekonomi

INDEF: Kenaikan PPN di 2022 Jadi Disinsentif Pemulihan EkonomiУ вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Berita Lainnya: Disebut-sebut dalam Pandora Papers, Apa Reaksi Luhut? Link: https://bit.ly/3otLCTs Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad menilai rencana pemerintah untuk menaikan PPN menjadi 11% di tahun 2022 dan 12% di tahun 2025 sebagai disinsentif di masa pemulihan ekonomi. Selain itu adanya persoalan terkait basis pajak, tingkat kepatuhan yang rendah serta gelontoran insentif di masa pandemi membuat langkah menaikkan PPN ini belum tentu berimbas pada perbaikan penerimaan pajak. Tauhid menilai penting untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dari rencana implementasi kenaikan PPN di 2021. Seperti apa ekonom melihat urgensi kenaikan PPN 2021? Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dengan Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad di Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 04/10/2021). Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/. CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS. Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/ Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/ https://www.instagram.com/cuap_cuan/ Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT
Мой аккаунт