Beredar SKB 3 Menteri: Libur Cuti Bersama Idul Adha 3 Hari
https://bit.ly/3NCBtQF
Meski menahan Fed Funds Rate (FFR) di Juni 2023, Bank Sentral AS, The Fed diproyeksi akan kembali mengerek suku bunga acuan sebanyak 2 kali hingga akhir 2023.
Ekonom Bank CIMB Niaga, Mika Martumpal melihat outlook inflasi AS akan menjadi penentu langkah The Fed terkait suku bunga acuan. Dimana peluang FFR mencapai level 5,5%-6% masih mungkin terjadi mengingat inflasi masih dikisaran 4-6% dengan target 2%.
Sementara Head of Fixed Income Sucorinvest AM, Dimas Yusuf melihat masih terjadinya kenaikan harga rumah AS yang banyak berkontribusi terhadap inflasi AS membuat ruang The Fed untuk hawkish cukup besar.
Seperti apa ekonom melihat arah kebijakan The Fed? dan bagaimana dampaknya ke Bank Indonesia? Selengkapnya simak dialog Safrina Nasution dengan Ekonom Bank CIMB Niaga, Mika Martumpal dan Head of Fixed Income Sucorinvest AM, Dimas Yusuf dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Selasa, 20/06/2023)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT