Inggris Ancam Denda Facebook, Twitter, Tiktok Agar Hapus Konten Ilegal
У вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Berita lainnya
RI Godok Strategi Nasional Ekonomi Digital, Buat Apa?
https://bit.ly/2JX5g8R
Inggris kini tengah menggodok UU agar media sosial seperti Facebook, Twitter, dan TikTok bersiap dikenai denda jika gagal menghapus dan membatasi penyebaran konten ilegal di platform mereka. Alasan yang diajukan RUU ini adalah karena platform teknologi perlu berbuat lebih banyak untuk melindungi anak-anak saat berselancar di dunia maya agar tidak terpapar penindasan dan pornografi dan hal-hal buruk yang tidak layak bagi anak di bawah umur.
Simak informasi selengkapnya dalam program Power Lunch di CNBC Indonesia (Selasa, 15/12/2020) berikut ini.
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social:
Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT