Bursa efek Indonesia menyebutkan adanya 127 emiten yang berpeluang untuk menerbitkan surat berharga komersial (SBK) atau commercual paper, meskipun untuk keputusan penerbitannya tetap disesuikan dengan kebutuhan masing-masing korporasi.
Menurut Ratings Director Pefindo, Hendro Utomo, aturan mengenai produk instrumen investasi lewat penerbitan SBK termuat dalam Peraturan BI No.19/9/PBI/2017 dan telah tersosialisasi baik sehingga diharapkan bisa dimanfaatkan oleh korporasi non-bank. Dimana SBK memiliki keunggulan dibanding obligasi atau MTN yaitu bisa menjadi sumber pendanaan jangka pendek dengan tenor bunga yang lebih rendah untuk modal kerja. Sementara bagi investor, produk SBK memberikan pilihan sebagai instrumen investasi jangka pendek dengan imbal hasil yang cukup kompetitif serta memiliki risiko kredit yang terukur.
Selengkapnya saksikan dialog Erwin Surya Brata dengan Ratings Director PT Pemeringkat Efek Indonesia, Hendro Utomo dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 01/10/2020)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT