Tren Pelamahan nilai Tukar Rupiah masih terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga tinggi bank sentral dunia hingga konflik geopolitik Timur Tengah dan memanasnya tensi politik domestik jelang Pemilu 2024.
Rupiah pada perdagangan Selasa, (24/10) meski menguat 0,35% berada di level Rp 15.875 per Dolar AS.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi mengungkapkan kondisi penurunan daya beli masyarakat yang mendorong wait and see pelaku usaha jelang Pemilu. Selain itu tekanan global yang mendorong pelemahan Rupiah juga harus diwaspadai dampaknya terhadap sektor terkait impor.
Sementara FX Analyst CNBC Indonesia Research, Revo Gilang Firdaus memandang kondisi pelemahan Rupiah imbas penguatan Dollar Index sehingga pelemahannya cukup stabil. Selain itu Revo juga melihat potensi dampak Pilpres terhadap pasar keuangan domestik termasuk Rupiah.
Seperti apa dampak pilpres terhadap posisi Rupiah dan dunia usaha? Selengkapnya simak dialog Bramudya Prabowo dan FX Analyst CNBC Indonesia Research, Revo Gilang Firdaus dengan Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi dalam Profit, CNBC Indonesia (Selasa, 24/10/2023)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT