Di tengah kenaikan inflasi AS yang tembus rekor di 9,1%, Bank Sentral AS, The Fed dalam FOMC Juli 2022 diproyeksi hanya akan menaikkan suku bunga acuan 75 Bps dari asumsi semula di 100 Bps. Hal ini penting untuk menjaga optimisme dan stabilitas pasar.
Analis menilai kian hawkishnya The Fed akan berdampak pada peningkatan outflow asing baik dipasar saham maupun pasar obligasi sehingga tekanan ke Rupiah cukup besar. Namun kondisi fundamental RI yang cukup baik dengan surplus neraca dagang dan cadev yang kuat diharapkan dapat menekan depresiasi Rupiah dan bertahan di Rp 15.050-Rp 15.100 per Dollar AS.
Seperti apa dampak agresifnya The Fed ke Rupiah? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dan Tim Riset CNBC Indonesia, Robertus Adrianto Serin dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 26/07/2022). Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT