Guna mengejar target produksi beras nasional sebesar 32 juta ton di tahun 2024, Kementerian Pertanian melakukan refocusing anggaran senilai Rp7,74 Triliun.
Direktorat Sarana dan Prasarana Pertanian menjadi Direktorat yang mendapat penambahan anggaran dari semula Rp 2,7 Triliun menjadi Rp 4,02 Triliun. Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Ali Jamil menyebutkan dengan adanya refocusing anggaran dimaksudkan untuk mempercepat produksi pangan utamanya padi dan jagung yang mengalami penurunan efek El Nino.
Di Ditjen Prasarana dan Prasarana Pertanian program percepatan dilaksanakan melalui 2 program yakni optimasi lahan rawa mineral dan pompanisasi sebagai strategi pengairan tanah hujan.
Seperti apa program Kementan percepat produksi beras Nasional? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, Ali Jamil dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 21/03/2024)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT