Keluar Dari Daftar B3, Pengolahan Limbah FABA Harus Diperketat
У вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Berita lainnya
Top! Sri Mulyani Bakal Beri Pajak 0% Untuk Mobil 2.500 cc
https://bit.ly/2NkfIc7
Di keluarkannya Limbah batu bara fly ash dan bottom ash (FABA) dari kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) untuk diolah dan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku konstruksi disebut Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan harus lebih diperjelas lebih detail terkait aturannya agar tidak membuat investor asing kabur.
Mamit menyebutkan pengolahan FABA di satu sisi bisa memberikan nilai tambah bagi PLTU namun juga menjadi tekanan baru bagi PLTU untuk memaksimalkan pengelolaannya sehigga dibutuhkan pengawasan yang ketat untuk memastikan arah Seperti apa pengamat melihat apa pro kontra limbah FABA? Selengkapnya saksikan dialog Maria Katarina dengan Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan Dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 15/03/2021)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT