Pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan mengembalikan alokasi pupuk subsidi menjadi 9,5 juta ton sebagai bagian dari upaya untuk mendorong produksi beras dan mewujudkan swasembada pangan.
Wakil Ketua Dewan Pembina HKTI, Rahmat Pambudi mendukung penuh upaya pemerintah mengembalikan subsidi pupuk dan menyelesaikan persoalan distribusi pupuk mengingat hal ini penting untuk mengatasi kekurangan pupuk. Selain itu persoalan hama, bibit dan pengelolaan air & irigasi serta pembiayaan produksi juga harus diselesaikan untuk meningkatkan produksi beras dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono menyoroti persoalan distribusi pupuk yang harus diperbaiki dengan melibatkan petani dan tidak merugikan petani.
Di sisi lain tingginya kebutuhan pupuk yang mencapai 24-25 juta ton sementara subsidi pemerintah hanya mencapai sepertiga kebutuhan petani. Kondisi ini tentu saja berimbas ke biaya produksi petani sehingga langkah penambahan alokasi pupuk subsidi diharapkan bisa sedikit meringankan beban petani
Seperti apa persoalan pupuk subsidi menghambat produksi beras Nasional? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Wakil Ketua Dewan Pembina HKTI, Rahmat Pambudi dan Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 21/03/2024)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT