Operasi Pasar Sudah Tapi Harga Beras Sulit Turun, Kenapa?
У вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Tren harga beras tinggi yang terjadi sejak akhir tahun 2022 masih terjadi dan sudah berada di atas Rp 13.000 per kilogram. Wasekjen Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Lely Pelitasari menyebutkan gangguan pasokan menjadi penyebab kenaikan harga beras.
Namun kondisi ini seharusnya sudah diprediksi dan diantisipasi mengingat secara history produksi beras di akhir tahun menurun. Lely menyebutkan pentingnya upaya Pemerintah/Bulog untuk memastikan stok beras sehingga dapat menjamin pasokan beras melalui operasi pasar.
Lalu apa saja penyebab kenaikan harga beras? dan solusi apa yang harus dilakukan pemerintah/Bulog untuk mengatasi kondisi ini?
Selengkapnya simak dialog Shinta Zahara dengan Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Lely Pelitasari dan Wakil Ketua Dewan Pembina HKTI, Rahmat Pambudi dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 09/02/2023). Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT