У вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Harga batu bara dikabarkan melandai setelah Partai Komunis China (PKC) melakukan pertemuan besar-besaran beberapa waktu lalu. PKC meminta Beijing untuk untuk meningkatkan produksi batu bara guna menghindarai krisis energi di negeri tirai bambu tersebut. Pemimpin Partai Komunis China juga meminta agar produksi batu ara ditingkatkan hingga 12% pada 2025 nanti.
Lantas bagaimana nasib batu bara di pasaran? Head of Industry & Regional Research Bank Mandiri, Dendi Ramdani mengatakan bahwa hal ini bisa menjadi sentimen negatif terhadap harga batu bara. Meski demikian perang Ukraian dan Rusia dinilai masih menjadi faktor penekan harga batu bara.
Sementara itu Maesaroh selaku Tim Riset CNBC Indonesia menilai bahka China merupakan salah satu konsumen batu bara terbesar di dunia sehingga kebijakan apapun yang dilakukan oleh China bis amempengaruhi harga batu bara kedepannya.
Selengkapnya simak dialog Maria Katarina bersama Head of Industry & Regional Research Bank Mandiri, Dendi Ramdani dan Maesaroh selaku Tim Riset CNBC Indonesia dalam program Closing Bell, CNBC Indonesia, Rabu (19/10/2022)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social:
Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT