PPN Naik di 2022, Hippindo Khawatirkan Penjualan Ritel Turun
У вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Berita Lainnya: 'Helikopter Uang' Jokowi Sudah Turun ke Warga RI Rp 416 T
Link: https://bit.ly/3lwNmcE
Pemerintah secara bertahap akan menaikan Pajak Pertambahan Nilai sebesar 11% pada tahun 2022 dan menjadi 12% selambat-lambatnya pada tahun 2025. Menanggapi kebijakan ini, Dewan Penasihat Hippindo, Handaka Santosa berpandangan bahwa kenaikan PPN ini mengkhawatirkan karena bisa mendorong kenaikan harga barang dan bisa berdampak menurunkan daya saing produk dalam negeri dan penjualan sektor ritel ikut terdampak.
Seperti apa pelaku ritel melihat dampak kenaikan PPN? Simak dialog Muhammad Gibran dengan Dewan Penasihat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Handaka Santosa dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 11/10/2021)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT