Suhu panas mendidih dan kemarau panjang masih melanda sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG mencatat suhu tertinggi pada 19 Oktober 2023 tembus 39,1 derajat celcius imbas masih minimnya tutupan awan terutama di wilayah Indonesia yang ada di selatan ekuator.
Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santosa menilai Fenomena El Nino yang menyebabkan kemarau panjang ini tidak memberi dampak besar terhadap produksi pangan dunia. Saat ini BPS mencatat produksi beras RI meski turun namun angkanya hanya 2%.
Hal Ini disebut Dwi harus dimaknai dengan hati-hati agar tidak berdampak pada kebijakan sektor pertanian dan berdampak negatif terhadap petani.
Seperti apa dampak kemarau terhadap pangan RI? Selengkapnya simak dialog Bramudya Prabowo dengan Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani dan Guru Besar IPB & Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santosa dalam Profit, CNBC Indonesia (Jum’at, 20/10/2023)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT