Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata berkapasitas 192 Mega Watt peak (MWp), pada Kamis (9/11/2023).
Beroperasinya PLTS Terapung Cirata ini merupakan sejarah baru karena ini menunjukkan mimpi besar RI untuk membangun pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) terbesar bisa terwujud.
Presiden Jokowi mengatakan, “Kita berhasil membangun salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung yang terbesar di Asia Tenggara dan nomor 3 di dunia,”
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Yudo Dwinanda Priaadi menyebut, harga listrik dari PLTS ini termasuk cukup kompetitif.
Harga listrik PLTS Terapung Cirata ini sekitar Rp 907,6 per kWh. Artinya, harga listrik ini lebih murah dibandingkan tarif listrik ke konsumen rumah tangga non subsidi yang berada di kisaran Rp 1.444,70 per kWh.
Bila PLTS Terapung Cirata ini ditingkatkan lagi kapasitasnya, maka menurut Yudo harga listriknya bisa lebih murah lagi.
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social:
Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT