Monday, 17 August, 2026г.
russian english deutsch french spanish portuguese czech greek georgian chinese japanese korean indonesian turkish thai uzbek

пример: покупка автомобиля в Запорожье

 

SHORT| China Kecam Amerika Serikat, Sebut Perkeruh Konflik Rusia dan Ukraina

SHORT| China Kecam Amerika Serikat, Sebut Perkeruh Konflik Rusia dan UkrainaУ вашего броузера проблема в совместимости с HTML5

#tribuntimur #tribunviral #rusiavsukraina #shorts

TRIBUN-TIMUR.COM - China mengecam tindakan Amerika Serikat (AS) yang terlalu turut campur dalam konflik di Ukraina.

Bahkan disebutkan, AS diminta agar tidak menuangkan bahan bakar ke api yang menyala.

Hal ini dibeberkan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam konferensi Keamanan Munich 2023 pada hari Sabtu (18/2/2023) lalu.

Beijing telah memperingatkan Washington agar tidak memicu konflik di Ukraina.

Hal tersebut merujuk pada Rusia melanjutkan operasi militer khususnya.

Wang juga memperingatkan agar tidak mencari keuntungannya sendiri dalam situasi tersebut.

Menurut Wang, China berpegang pada posisi konstruktif terkait krisis di Ukraina dan mendukung proses negosiasi.

Diungkapkan, posisi resmi Beijing dalam konflik Ukraina adalah mendukung negosiasi untuk perdamaian.

“Sebagai kekuatan besar, AS harus berkontribusi pada solusi politik untuk krisis, tidak menambahkan bahan bakar ke api dan mencari peluang untuk mendapatkan keuntungan darinya,” ujarnya.

Sebagaimana informasi sebelumnya, hina menyalahkan NATO terkait konflik Rusia dan Ukraina.

Beijing meminta agar NATO berhenti membuat onar.

Hal ini dibeberkan Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun.

Ia mengungkapkan, alasan utama masalah keamanan Eropa adalah desakan NATO.

Disebutkan, aliansi militer itu mengejar keamanan absolut dan pengecualian politiknya terhadap negara-negara tertentu.

Jun menilai krisis yang sedang berlangsung di Ukraina adalah hasil dari ekspansi NATO ke arah timur.

Ia pun lantas mendesak NATO meninggalkan mentalitas Perang Dinginnya.

Duta Besar China untuk PBB juga secara tegas meminta NATO berhenti berbuat onar.

Ia juga menunjukkan perilaku kontradiksi pada diri NATO.

Diungkapkan, NATO mempromosikan dirinya sebagai “aliansi pertahanan”.

Sementara pada saat yang sama NATO terus berusaha untuk “melanggar batas geografisnya dan memperluas ambisinya.

Sehingga memicu perpecahan dan ketegangan serta menciptakan ketakutan dan konfrontasi dunia.

Oleh karenanya, Eropa saat ini mengalami situasi keamanan yang buruk.

Menurut Jun, Eropa bahkan seluruh dunia, akan terperangkap dalam kekacauan yang lebih besar.

Jun mengulangi seruan China untuk gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.

China mendesak keduanya untuk memulai negosiasi perdamaian secepat mungkin.

Lantas ia menyarankan, Amerika Serikat, Uni Eropa dan NATO duduk bersama dengan Rusia untuk menggelar dialog yang komprehensif dan mendalam.

Editor : Muhamad Asrul
Sumber : Tribunnews

(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/

Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111

Мой аккаунт