Где искать: по сайтам Запорожской области, статьи, видео ролики
пример: покупка автомобиля в Запорожье
#tribuntimur #tribunviral #rusiavsukraina
TRIBUN-TIMUR.COM- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyoroti pengiriman tank Barat ke Ukraina.
Ia menegaskan, bantuan tank bukan solusi mengakhiri konflik Rusia dan Ukraina.
Presiden Erdogan mengaku dirinya tak percaya pemasokan tank Barat menjadi solusi perang selesai.
Ia lantas meminta negara-negara Barat untuk mendukung seruan Turki agar dilakukan perundingan dan negosiasi antara Ukraina dan Rusia.
“Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya percaya pengiriman tank adalah langkah menuju penyelesaian [konflik Ukraina],” katanya. “Kami berharap negara-negara Barat mendukung seruan kami untuk negosiasi antara Ukraina dan Rusia,” ujarnya.
Erdogan mengungkapkan pengiriman senjata ke Kyiv justru berisiko ini sangat menguntungkan bagi cukong senjata.
Rupanya pandangan Erdogan ini bertentangan dengan Sekjen NATO, Jens Stoltenberg.
Sebagaimana diketahui, Turki juga merupakan anggota NATO.
Sekjen NATO mengatakan bahwa pasokan senjata ke Ukraina justru menciptakan kondisi untuk “solusi damai yang dirundingkan” di masa depan.
Sebelumnya, pada 25 Januari lalu, Amerika Serikat berjanji untuk mengirim 31 tank M1 Abrams ke Kyiv.
Lantas pada hari yang sama, Jerman mengkonfirmasi akan mentransfer 14 tank Leopard 2A6 ke Ukraina.
Bahkan Jerman akan mengizinkan negara lain untuk mengekspor kembali kendaraan tempur ini ke Ukraina.
Menurut Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius, tank Leopard 2 akan dikirim ke Ukraina sebelum akhir Maret.
Selain itu, Norwegia, Slovakia, Inggris, Polandia, dan Prancis juga telah berjanji untuk menyediakan tank-tank buatan Barat kepada Kyiv.
Terkait hal ini, Ukraina mengharapkan untuk menerima hingga 140 tank dari 12 negara sebagai gelombang pertama.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa ketegangan seputar situasi di Ukraina meningkat karena keputusan Washington dan tekanan AS terhadap negara lain.
Sementara itu, selain Turki, Kroasia yang merupakan anggota NATO juga tak setuju pengiriman senjata ke Ukraina.
Presiden Kroasia, Zoran Milanovic mengkritik keras negara-negara barat karena memasok Ukraina dengan tank-tank berat dan senjata lainnya.
Kepala Negara Kroasi lantas menyebut gila untuk berpikir Rusia bisa dikalahkan dama perang konvensional di Ukraina.
“Saya menentang pengiriman senjata mematikan ke sana, itu akan memperpanjang perang,” kata Milanovic.
Ia pun lantas mempertanyakan tujuan pemasokan senjata ke Ukraina.
Kemudian Milanovic membocorkan adanya pembicaraan untuk mencabik-cabik Rusia.
Bahkan ada yang menginginkan Rusia mengalami perpecahan.
Namun, sekali lagi ia menyebut langkah untuk mencapai tujuan itu adalah ide gila.
Menurutnya, apa yang Barat lakukan terhadap Ukraina sangat tidak bermoral.
Hal ini karena tidak ada solusi untuk menyelesaikan perang.
Sehingga pengiriman senjata bukan solusi mengakhiri konflik.
Dalam pernyataannya, Milanovic juga menyinggung soal Krimea.
Ia menerangkan, semenanjung Krimea yang dianeksasi dari Ukraina oleh Rusia pada tahun 2014, tidak akan pernah dikembalikan ke Kyiv.
Editor : Muhamad Asrul
Sumber : Tribunnews
(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111