Thursday, 04 June, 2026г.
russian english deutsch french spanish portuguese czech greek georgian chinese japanese korean indonesian turkish thai uzbek

пример: покупка автомобиля в Запорожье

 

SHORT | Rusia Tuding Ukraina Bakal Serbu Negara Lain Sebagai Balas Dendam Agresi Rusia

SHORT | Rusia Tuding Ukraina Bakal Serbu Negara Lain Sebagai Balas Dendam Agresi RusiaУ вашего броузера проблема в совместимости с HTML5

#tribuntimur #tribunviral #rusiavsukraina #shorts

TRIBUN-TIMUR.COM - Ukraina dituding akan menyerang negara lain dan meningkatkan eskalasi perangnya dengan Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Jumat (24/2/2023) menyebut Ukraina sedang mempersiapkan diri untuk meluncurkan serangan ke negara tetangganya.

Negara tetangga yang dimaksud ialah di Moldova, Transnistria.

Pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia dirilis pada malam peringatan satu tahun serangan Moskow di Ukraina.

The Moskow Times melaporkan, wilayah tersebut dikendalikan oleh kelompok pro-Moskow dan menyatakan telah lepas dari kedaulatan pemerintah pusat di Chisinau.

Sejak peluncuran serangan besar-besaran terhadap Ukraina setahun yang lalu, Kremlin dituduh meningkatkan ketegangan di Transnistria untuk mengacaukan Ukraina dan Moldova.

Kementerian pertahanan mengklaim “invasi” akan diluncurkan “sebagai tanggapan atas dugaan serangan oleh pasukan Rusia dari wilayah Transnistria.”

Selain itu mereka juga menyebut pasukan Ukraina berkumpul di dekat perbatasan dengan wilayah Ukraina-Transnistria.

Pasukan Ukraina dikatakan sedang mengatur posisi artileri dan meningkatkan penerbangan drone yang sebelumnya belum pernah dilakukan di wilayah tersebut.

Dalam keterangannya, Moskow akan menanggapi provokasi Ukraina tersebut.

Meski begitu, Menteri Pertahanan Moldova Valeriu Mija menolak klaim Rusia yang menurutnya merupakan elemen operasi psikologis.

Awal bulan ini, Presiden Moldova Maia Sandu menuduh Rusia merencanakan untuk menggulingkan pemerintahnya dengan kekerasan melalui penyabot yang menyamar sebagai pengunjuk rasa anti-pemerintah.

Tapi klaim tersebut langsung dibantah oleh Rusia.

Transnistria adalah wilayah sempit yang berbatasan dengan Ukraina, yang terpisah dari Moldova setelah perang singkat pada tahun 1992.

Penduduknya yang sebagian besar berbahasa Rusia memilih langkah ini karena tidak ingin tetap menjadi minoritas di negara itu.

Sejak saat itu tentara Rusia dikerahkan di sana sebagai penjaga perdamaian.

Diperkirakan setengah dari 500.000 penduduk Transnistria kini memiliki kewarganegaraan Rusia.

Moldova telah mengambil sikap pro-Barat dalam beberapa tahun terakhir, dan membuat Moskow marah.(*)

Editor : Muhamad Asrul
Sumber : Tribunnews

(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/

Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111

Мой аккаунт