Sunday, 23 August, 2026г.
russian english deutsch french spanish portuguese czech greek georgian chinese japanese korean indonesian turkish thai uzbek

пример: покупка автомобиля в Запорожье

 

S&P: Efek Harga Energi Naik, Inflasi RI 2022 Diproyeksi di Atas 5%

S&P: Efek Harga Energi Naik, Inflasi RI 2022 Diproyeksi di Atas 5%У вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Kenaikan harga bahan bakar dinilai Asia Pasific Economist S&P Global Ratings, Vishrut Rana sebagai pendorong kenaikan inflasi Indonesia yang mulai terjadi di September 2022 yang mencapai 5.95% (yoy). Diproyeksi inflasi RI sepanjang 2022 akan diatas 5% dan di 2023 dimungkankan lebih di atas 6,2% Selain kenaikan harga energi, pemulihan ekonomi disebut Rana juga menekan inflasi inti, tidak hanya Indonesia, S&P juga melihat inflasi Asia-Pasifik secara umum akan lebih tinggi dalam beberapa bulan kedepan. Seperti apa S&P melihat inflasi RI di tengah tekanan harga energi? dan bagaimana dampak ancaman resesi global bagi ekonomi RI? Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dengan Asia Pasific Economist S&P Global Ratings, Vishrut Rana dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Jum’at, 07/10/2022) Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/. CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS. Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/ Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/ https://www.instagram.com/cuap_cuan/ Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT
Мой аккаунт