Subsidi Energi Makin Ngeri, Pertalite Disarankan Naik Bertahap
У вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Kenaikan harga minyak mentah dunia yang tidak diikuti dengan kenaikan harga jual BBM dalam negeri mengharuskan pemerintah menggelontorkan subsidi energi hingga Rp 502 Triliun.
Chief Economist BCA, David E. Sumual mengatakan RI sebagai Net impor BBM harus berhati-hati dalam menepatkan subsidi energi. Dimana potensi kenaikan harga yang masih terjadi akan mendorong peningkatan subsidi sehingga untuk menjaga keamanan APBN perlu dipertimbangkan untuk bertahap menaikkan harga BBM.
Seperti apa ekonom melihat urgensi kenaikan harga pertalite di tengah lonjakan subsidi energi? Dan bagaimana risikonya terhadap APBN? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Chief Economist BCA, David E. Sumual dan Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Berly Martawardaya dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Rabu, 29/06/2022). Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT