Di tengah optimisme pasar terhadap pertumbuhan ekonomi Ri 2022 yang tembus 5,31% dan kenaikan cadangan devisa Januari 2023, nilai tukar Rupiah justru anjlok.
Pada perdagangan Selasa (07/02) Mata Uang Garuda melemah 0,60% dan amblas ke level Rp 15.149 per USD. CMO Star Asset Management, Hanif Mantiq melihat tekanan di Rupiah masih sangat wajar mengingat sentimen kenaikan suku bunga The Fed yang belum selesai
Seperti apa sentimen yang menekan level Rupiah? Selengkapnya saksikan dialog Safrina Nasution dengan CMO Star Asset Management, Hanif Mantiq dan Ekonom Bank Permata, Josua Pardede dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 07/02/2023)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT