Ambisi Indonesia untuk menjadi raja baterai listrik dunia terganjal belum adanya pasokan lithium sebagai bahan baku utama pembuatan baterai kendaraan listrik, meskipun Indonesia saat ini dianugerahi sumber daya nikel yang cukup melimpah.
Peneliti BRIN & Founder NBRI, Prof. Evvy Kartini menyebutkan Indonesia menyebutkan Indonesia membutuhkan teknologi untuk mengolah nickel ore kadar rendah menjadi bahan baku baterai.
Sementara Lithium meski hanya dibutuhkan 7% namun penting untuk EV battery sehingga bisa menggandeng kerja sama dengan Australia untuk mendapatkan Lithium. Seperti apa urgensi pemenuhan Lithium dalam rencana RI menjadi raja baterai dunia?
Selengkapnya simak dialog Maria Katarina dengan Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) & Founder National Battery Research Institute (NBRI), Prof. Evvy Kartini dan Staf Khusus Menteri ESDM, Agus Tjahajana dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Kamis, 16/02/2023). Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT