Doyan Gorengan-Mi Instan, Orang RI Tinggalkan Beras, Beneran?
https://bit.ly/3CJSLED
Di tengah sentimen kenaikan suku bunga acuan The Fed dan pengutana dollar index posisi nilai tukar Rupiah kian melemah dan terpantau terdepresiasi 0,13% terhadap Dolara AS ke level Rp 15.465/USD.
Head of Research KB Valbury Sekuritas, Adrianus Bias menyebutkan potensi The FEd mengerek FFR 75 Bps dapat memberi tekanan ke Rupiah dan jika Bank Sentral AS kian agresif maka potensi mata uanga Garuda tembus Rp 15.700-15.800 per USD bisa tercapai.
Seperti apa araha pelemahan Rupiah? dan bagaimana dampaknya ke sektor terkait?Selengkapnya simak dialog Maria Katarina dengan Head of Research KB Valbury Sekuritas, Adrianus Bias dalam Closing Bell , CNBC Indonesia (Selasa, 18/10/2022)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT