Berita lainnya:
Ini Reksa Dana Tercuan Sepanjang Maret, Ada Punya Kamu?
Link: https://bit.ly/3unMGIl
Kenaikan indeks Dolar AS terhadap hampir semua mata uang global turut membuat nilai tukar Rupiah menjadi tertekan hingga 4,5% (ytd) di tengah sentimen kenaikan Yield US Treasury. Menurut Head Of Global Markets Bank Mega, Ralph Birger Poetiray dampak meningkatnya imbal hasil obligasi AS ini juga berimbas pada yield SBN bertenor panjang seiring dengan kekhwatiran pasar terhadap potensi recovery ekonomi AS.
Ralph berpandangan bahwa potensi kenaikan yield US treasury hingga ke 2% di tahun 2021 masih terbuka dan berpeluang mengerek naik imbal hasil SBN 10 tahun ke 6,9% hingga 7%. Dimana kondisi ini akan mempengaruhi potensi capital outflow meskipun tidak perlu dikhawatirkan karena Bank Indonesia sudah memastikan akan tetap berada di pasar untuk mengantisipasi terjadinya sell off
Seperti apa analisis terhadap posisi Rupiah di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS? Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dengan Head Of Global Markets Bank Mega, Ralph Birger Poetiray dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 05/04/2021). Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT