Bicara band kerap kali kita mengganderungi sang penyanyi (Vokalis) kenamaannya untuk diidolakn, namun jarang sekali dikalangan pemirsa yang membahas siapa pemain drumnya di saat konser musik berlangsung.
Berangkat dari sudut pandang itulah, kemudian IDEnesia mencoba membantu pemirsa untuk mengupas secara berbeda yaitu mengenal sosok hebat penjaga irama, seorang pemain drum.
Terlebih untuk masyarakat awam, dapat dipastikan tidak akan mengenal nama-nama besar dibalik pertunjukan seperti pemain drum perempuan termuda dan pemain drum dengan latar belakang sebagai dokter specialis kandungan.
Jeane Phialsa atau akrab dipanggil Alsa misalnya, adalah seorang pemain drum (Drummer) dari sosok penyanyi balada terpopular Indonesia, Iwan Fals. Drummer perempuan muda yang saat ini telah berusia 23 tahun, pernah juga tergabung dalam Erwin Gutawa dalam berbagai pertunjukan panggung besar.
Mengenal drum sejak berusia 8 tahun dan disaat usia ke-21 tahun, Alsa mendapat rekor sebagai Drummer Perempuan Termuda di tahun 2014 lalu.
Dengan kemampuan sebagai drummer yang mumpuni, Alsa rutin bergabung di beberapa grup band lainnya seperti D-O-T, Setia Band, Usion Stuff, Star Light dan beberapa band yang beraliran jazz.
Ada juga sosok Gerry Herb, dengan latar belakang sebagai pemain drum yang dimulainya sejak tahuan 1985 terus melambungkan namanya sebagai pemain drum yang beraliran Jazz dan Etnik.
Pengalaman bermusik yang dilakukan terus menerus membuat Gerry kian matang sehingga di tahun 1995 Gerry sempat bergabung bersama grup band Nugie dan ALV.
Bahkan di tahun 2000, Gerry yang dikenal sebagai guru drummer di salah satu sekolah musik di Indonesia juga sempat mengiringi beberapa grup musik orchestra demi membuat pertunjukan bertema “Masterclass” yang bertajuk “Komposisi Sound dalam bermain Drum”.
Cerita lainnya datang dari seorang dokter specialis, Nurwansyah. Dalam usia yang sudah tidak muda lagi, ia tak ingin berdiam dan termakan usia percuma. Memasuki usia ke-57 tahun, pak dokter specialis ini mengaku telah terinspirasi dari artikel yang yang dibacanya beberapa tahun silam, artikel itu berisikan bagiamana proses penyembuhan penyakit tertentu bisa dilakukan melalui bermain drum sebagai terapinya.
Sejak saat itu, ia giat berlatih dan mengikuti kelas drum Maestro Drum, Gilang Ramadhan bersama anak-anak lain yang berusia 9 tahun. Kuatnya niat belajar mampu membuat dokter itu mengenyampingkan perasaan malu akibat usia yang terpaut jauh dari teman-teman kelasnya itu.
Ia pun lantas membentuk sebuah grup band bernama “Dr Groof” dan melambungkan namanya sebagai dokter drummer.