Pub dan Kafe Poppy Suguhkan Penari Setengah Bugil, Polisi-Disparta Diam Saja!
SURABAYA (Realita) - Namanya pun mengundang gairah, POPPY. Tak ada orang di situ yang tak tahu tempat itu sebagai plesiran gairah. Begitu tamu datang, aromanya sudah bisa dibaca, membuat hidung pria gatal untuk mencium kehangatan penghuninya.
Ruangan yang luasnya diperkirakan 20 X 15 meter persegi itu, dilengkapi sound system canggih, kursi dan meja kayu. Tiba-tiba muncullah tiga gadis striptis yang ditunggu-tunggu.
Mereka menari sangat erotis dengan baju minimalis. Ketika musiknya berubah irama house atau remix, sang penari-pun kian menggoda. Goncangan shaking dance mulai paha, perut hingga payudara, semakin mengencang. Berbarengan tepukan serta yel-yel, tarian kian menggila.
Tiga gadis ini mulai menarik ikatan-ikatan busana yang terpakai, mulai rok mininya, hingga hiasan-hiasan yang melekat di tubuhnya. Kemudian, mereka mengarah ke lima lelaki, menggoda dengan cumbuan-cumbuan dahsyat!
Koreografi nude ini memang sangat spesial. Bagi petualang kesenangan, aktivitas ini hanya sebagian rangkuman entertaint malam. Sebab penuntasannya mereka ingin memborong produk kenikmatan itu di atas ranjang.
Tarian panas yang diperagakan oleh wanita-wanita muda di pub dan kafe Poppy, tak lain adalah untuk menarik pengunjung agar semakin kerasan dan selalu memilih tempat itu setiap kali berdugem.
Pub dan kafe yang terletak di Jalan Tidar No.14, Sawahan, Surabaya itu juga menyediakan karaoke. Tempat hiburan malam itu, setiap Sabtu malam Minggu menyuguhkan tarian panas para wanita-wanita muda dengan pakaian seronoknya.
Bahkan, dari penulusuran Realita.co, pemandangan itu pada Sabtu (7/4) malam, masih disajikan oleh pub dan kafe yang identik dengan musik dangdut ini. "Iya, seringnya setiap Sabtu malam Minggu. Penarinya ada tiga orang," kata salah satu pengunjung di sana, yang enggan disebutkan namanya.
Gaya menari yang ditunjukkan mereka pun bisa dibilang parah. Wanita muda yang hanya menggunakan celana super pendek dan BH tersebut kian menggila tingkahnya. Celana yang hanya menutup bagian intimnya itu sesekali dipegang sambil sedikit dibuka di depan para pengunjung. Sontak, para tamu yang sejak sore sudah terpengaruh alkohol pun harus menelan ludah melihat atraksi heboh penari itu.
Meski demikian, Iput alias Ciput, Kapten Pub dan Kafe Poppy tidak mengakui bahwa tempat hiburan yang ada ditempatnya itu setiap Sabtu malam Minggu menyuguhkan tarian panas yang dikemas dengan tema Disco Time tersebut.
"Nggak ada tarian yang seperti itu. Pakaiannya normal-normal aja kok Mas, wajar dan masih sopan. Bajunya ya biasa, celana atau roknya juga selutut," elak Iput saat dikonfirmasi, Senin (9/4) malam.
"Itu pun hanya ada pada saat kita mengadakan event saja. Kita cuma ingin memberikan nuansa baru bagi para pengunjung. Ya ada DJ-nya, house music dan dancer. Karena kalau musik dangdut aja, menurun," tambahnya.
Ungkapan Kapten Pub dan Kafe Poppy ini nampaknya tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Pasalnya, selama beberapa hari Realita.co melakukan penelusuran, setiap Sabtu malam Minggu selalu pub dan kafe tersebut menyuguhkan tarian hot ini sekitar pukul 00.15 Wib.
Dan hal tersebut juga dibenarkan oleh beberapa pegawai Pub dan Kafe Poppy yang mengatakan bahwa memang setiap Sabtu malam Minggu ada suguhan serupa.
Malahan, tema disco time tersebut juga dimanfaatkan oleh para ladys escort untuk mengundang tamu-tamunya. "Makanya Mas sering ke sini. Setiap Sabtu malam Minggu (tarian) ada kok. Bisa sawer langsung juga," rayu salah satu purel Pub dan Kafe Poppy saat ditanya Realito.co, Sabtu (7/8) malam.
Dan terbukti, pengunjung pub dan kafe Poppy terhitung lebih membludak semenjak ditampilkanya tarian panas semi bugil tersebut. Dari penuturan salah satu pegawai di tempat hiburan ini terbilang ada peningkatan sekitar 5 sampai 10 meja setiap malam minggu sejak ada suguhan itu.
Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi pengusaha. Namun, apakah acara semacam ini akan terus disuguhkan di Surabaya? Bagaimana dengan polisi dan Dinas Pariwisata Pemkot Surabaya?
Polisi dan Dinas Pariwisata Pemkot Surabaya seolah-olah tutup mata dengan adanya tarian panas tersebut. Padahal, jelas setiap Sabtu malam Minggu ada suguhan tarian setengah bugil di tempat tersebut.