Pulau Timor kemungkinan dulu pernah ada Bencana Besar yang menenggelamkan sebagian pulau yang membentuk badan buaya .
Dilihat dari formasi peta Pulau Sumba adalah Ekor pulau sawu dan pulau Rote adalah bagian Kaki dan Perut dan Kupang dan Timor Leste adalah Dada ,Leher dan Kepala Buaya yang dalam Cerita Rakyat dan Mito Leluhur mengatakan Pulau Timor adalah Sebuah Buaya.
Bagaimana bisa Leluhur Leluhur Timor bisa mengatahui bentuk pulau seperti Buaya tanpa di potret dari luar angkasa apalagi dahulu belum ada satelit,..
Mitos yang benar benar terbukti akhirnya.
Timor....http://daonlontar.blogspot.co.uk/2013/04/mitologi-asal-usul-pulau-timor.html
Mitologi Asal Usul Pulau
Pulau Timor dan mitologi Pulau Buaya, setidaknya telah muncul dalam buku seri pendidikan budaya berjudul “Cerita Rakyat dari Timor Timur”, Karya Nyoman Suarjana, terbitan PT. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo), Jakarta tahun 1993. Terdapat sebuah cerita tentang “Legenda Terjadinya Pulau Timor”, cerita tersebut berkisah tentang seorang anak lelaki di Makassar yang menemukan seekor anak buaya sedang tersesat dari sarangnya dan mengalami kepanasan karena teriknya matahari musim kemarau saat itu. Anak buaya itu telah sekarat, karena iba iapun ditolong oleh anak lelaki tersebut. Dibawanya anak buaya itu hingga ke tepi danau, akhirnya anak buaya itu selamat. Lalu berkatalah sang anak buaya "mulai saat ini kita berjanji menjadi sahabat karib. Sembarang buaya tidak boleh mengganggumu. Bila kamu ingin bermain di air atau di laut, panggil saja 'hai sahabat, anak buaya, balaslah budi', saya akan segera membawamu di punggung dan pergi ke mana saja sesukamu. Seandainya kamu mau kita berangkat sekarang juga!" ajak anak buaya tersebut. Maka anak lelaki itupun dibawa berenang ke sana ke mari, bahkan hingga menyelam ke dasar laut melihat keindahan bawah laut. Hal itu dilakukan terus menerus, hingga suatu saat anak buaya itu merasa kelelahan dan jenuh karena punggungnya selalu dinaiki anak lelaki itu, maka muncul niat untuk memangsa anak lelaki itu. Sebelum ia melakukannya, ia meminta beberapa pendapat dari penghuni laut lainnya seperti ikan, hingga binatang darat seperti kera, semuanya tidak membenarkan apa yang akan dilakukan buaya, karena kebaikan tidak boleh di balas dengan niat jahat. Buaya tersebut akhirnya merasa menyesal karena punya niat mencelakakan sahabatnya.
Ketika anak buaya dan sahabatnya tengah berenang di perairan Laut Timor saat ini, anak buaya itu berkata “sahabatku yang budiman, budi baik yang telah kamu perbuat kepadaku tak mampu kubalas. Aku sangat malu karena berniat membunuhmu. Sekarang ajalku sudah dekat, jasadku akan menjadi tanah. Tanah itu akan menjadi daerah yang sangat luas, Semoga kamu, anakmu, cucumu dan semua keturunanmu dapat menikmati kekayaanku yang melimpah sebagai balas budi yang telah kaulakukan terhadap diriku”. Setelah itu, anak buaya itu mati, lalu jasadnya berubah sedikit demi sedikit menjadi daratan. Punggung buaya yang runcing berubah menjadi deretan pegunungan yang membujur dari ujung barat sampat ujung timur.