Bisnis Sulit, Peritel Harap Kenaikan PPN Ditunda ke Tahun 2023
У вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Berita Lainnya: Pemerintah Uji Coba Pembukaan Bali & Riau untuk WNA
Link: https://bit.ly/3lFePcB
Dirut PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), Alexander Stefanus Ridwan menilai kenaikan PPN menjadi 11% pada tahun 2022 akan memberatkan sektor ritel. Dimana peningkatan pajak pertambahan nilai ini tidak hanya membuat harga jual meningkat tetapi biaya operasional juga ikut naik.
Selain itu kondisi ekonomi yang belum pulih juga disebut Stefanus masih menjadi beban peritel yang masih menghadapi tekanan daya beli. Oleh karena itu peritel mengharapkan kenaikan PPN bisa ditunda ke tahun 2023
Seperti apa tanggapan pelaku usaha sektor ritel terhadap kenaikan PPN di 2023? Simak dialog Daniel Wiguna dengan Direktur Utama PT Pakuwon Jati Tbk, Alexander Stefanus Ridwan dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 12/10/2021)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT