Asia Rate Strategist ANZ Banking Group, Jennifer Kusuma melihat ruang bagi penguatan Rupiah di tengah gejolak global 2023.
Rupiah diproyeksi bisa menguat ke Rp 14.500-14.700/USD hingga akhir tahun ditopang fundamenatal domestik yang bak, pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang terjadi dan masih rendahnya kepemilikan asing di pasar obligasi.
Namun demikian dalam 3 bulan mendatang, ketidapkastian AS dan pelemahan China bisa mendorong volatilitas Rupiah ke Rp 15.300/USD meski hanya bersifat sementara.
Seperti apa dampak kebijakan moneter The Fed dan BI terhadap Rupiah? Apa dampak tahun pemilu bagi Rupiah dan bagaimana harpan investor asing ke Presiden terpilih 2024? Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dengan Asia Rate Strategist ANZ Banking Group, Jennifer Kusuma dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Jum’at, 23/06/2023)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT