Keran ekspor pasir laut kembali dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), sejak terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No 26/2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut. Dibukanya kembali keran ekspor pasir laut memicu polemik dan tudingan bahwa ekspor dibuka untuk memuluskan investasi Singapura di IKN.
Juru Bicara Kementerian Kelautan dan Perikanan Wahyu Muryadi membantah keras perihal tudingan tersebut. Menurutnya, pengelolan hasil sedimentasi laut ini nantinya diutamakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri seperti reklamasi. Wahyu juga menyebut kebutuhan alam negeri belum bisa terpenuhi karena hingga saat ini reklamasi masih terus berlangsung.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mengingatkan bahwa pengelolaan sedimentasi laut berisiko disalahgunakan. Apalagi menurutnya, KKP selama ini belum melakukan pengawasan dengan maksimal.
Selengkapnya, saksikan diskusi Andi Shalini dengan Juru Bicara Kementerian Kelautan dan Perikanan Wahyu Muryadi dan Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan di Program Nation Hub CNBC Indonesia, Kamis (15/06/2023)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT