Nilai tukar Rupiah terus terpantau melemah, pada perdagangan Selasa (19/03) mata uang Garuda terkoreksi 0,16% anjlok ke level Rp 15.710 per USD.
Head Treasury PT Bank Commonwealth, Yuriadi Sulastomo mengatakan masih tingginya volatilitas pasar global di tengah inflasi tinggi dan ketegangan geopolitik menjadi salah satu sentimen penekan Rupiah.
Namun pergerakan Rupiah masih terpantau wajar mengingat suku bunga masih tinggi dan diharapkan Rupiah akan kembali menguat saat The Fed memangkas bunga acuan yang akan diikuti oleh BI.
Lalu seperti apa pasar melihat arah pergearkan Rupiah di tengah penantian keputusan Bank Sentral? Selengkapnya simak dialog Anneke Wijaya dengan Head Treasury PT Bank Commonwealth, Yuriadi Sulastomo dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Selasa, 18/03/2024)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT