Rupiah Dekati Rp 16.000/USD, Kenaikan Bunga BI Tak Efektif?
У вашего броузера проблема в совместимости с HTML5
Gejolak eksternal di tengah kekhawatiran pasar terhadap langkah hawkish The Fed hingga perang timur tengah yang memanas menjadi sentimen pendorong penguatan indeks dolar. Imbasnya mata uang negara emerging termasuk Rupiah semakin tertekan.
Tekanan global membuat Rupiah kembali bergejolak pada perdagangan Senin (23/10). Rupiah melemah 0,44% ke level Rp 15.940.
Seperti apa sentimen penekan Rupiah? seberapa kuat amunisi Bank Indonesia menahan laju pelemahan mata uang Garuda? Selengkapnya simak ulasan Anneke Wijaya dengan Economist CNBC Indonesia, Maesaroh dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 23/10/2023)
Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com.
CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT