Berita lainnya:
Buruh Berpesta! Ultimatum Anies Cabut UMP 2022, Kok Bisa?
https://bit.ly/3nSd3FL
Menanggapi keputusan Pemerintah yang menetapkan kenaikan UMP rata-rata nasional untuk tahun 2022 sebesar 1,09% , Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas), Adi Mahfudz menyebutkan bahwa kebijakan ini harus disikapi dengan bijak mengingat kondisi dunia usaha masih mengalami tekanan akibat pandemi meskipun implementasinya tergantung oleh sektor usaha dan kondisi perusahaan.
Sementara industri petrokimia yang ergabung dalam INAPLAS menilai keputusan ini merupakan jalan tengah mengingat dunia usaha masih fokus pemulihan usaha pasca pandemi.
Seperti apa Depenas dan pelaku usaha menyikapi polemic UMP 2022? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas), Adi Mahfudz dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS), Fajar Budiyono Ginting di Evening Up, CNBC Indonesia (Jum’at, 26/11/2021). Terus ikuti berita ekonomi bisnis dan analisis mendalam hanya di https://www.cnbcindonesia.com/.
CNBC Indonesia terafiliasi dengan CNBC Internasional dan beroperasi di bawah grup Transmedia dan tergabung bersama Trans TV, Trans7, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia dan CNN Indonesia.com. CNBC Indonesia dapat dinikmati melalui tayangan Transvision channel 805 atau streaming melalui aplikasi CNBC Indonesia yang dapat di download di playstore atau iOS.
Follow us on social: Twitter: https://twitter.com/cnbcindonesia
Facebook Page: https://www.facebook.com/CNBCIndonesia/
Instagram: https://www.instagram.com/cnbcindonesia/
https://www.instagram.com/cuap_cuan/
Tiktok: https://bit.ly/38BYtJx
Spotify: https://spoti.fi/2BR7KkT